Breaking

Cara Mudah Mendapatkan Ide Untuk Menulis



Sekedar diucapkan, mendapatkan ide untuk bahan tulisan memang mudah. Namun tidak semudah membalik permukaan koin yang tergeletak di atas meja. Pekerjaan ini bahkan bisa jadi sangat sulit buat yang belum terbiasa.

Mereka yang hidupnya dengan hasil karya kata-kata yang dirangkai, seperti penulis puisi, fiksi, novel, naskah, musik dan bahkan blogger, sangat bergantung pada penemuan ide ini. Buat mereka yang terbiasa, pastinya sudah punya cara tersendiri ketika hendak mencari ide.

Karena pekerjaan mencari ide tidak sama untuk setiap orang. Saya punya beberapa teman penulis puisi dengan serangkaian buku yang dihasilkan. Rata-rata mereka menemukan ide dari pengalaman pribadi dan orang yang curhat kepadanya.

Dengan mengetahui seluruh jalan cerita, ia bisa mendapat lampu terang untuk menulis. Namun cara ini tidak berlaku umum. Ada pula yang meski jadi tempat menumpahkan keluh kesah banyak kisah, tapi tak mampu menuliskannya dalam sepenggal kalimat pun.

Saya tidak akan meminta setiap orang untuk setuju dengan apa yang akan ditulisan dalam artikel ini. Tapi semoga bisa memberi gambaran, bagaimana ide itu bisa di dapatkan. Berikut beberapa diantaranya:

1. Mencari Cerita

Jika kalian tipe orang yang tidak punya banyak kisah. Sebaiknya sering-sering mencari cerita. Apa saja. Bisa dari buku fiksi hingga karya-karya ilmiah. Itu berarti untuk memulai mencari ide, kalian sudah punya kemauan dan kebiasaan membaca.

Ada beberapa metode yang bisa kalian gunakan untuk mencari cerita. Yang harus diperhatikan, kalian paham apa yang sedang kalian hadapi. Resapi kisahnya dan cari puncak ketertarikan. Kembangkan ide tersebut jauh dari cerita aslinya.

2. Berdasar Pengalaman

Ide tulisan dari pengalaman itu memang mengasyikkan. Baik itu datangnya dari pengalaman sendiri atau dari orang lain. Seperti yang saya sebut di atas, ada orang yang sering jadi tempat menampung cerita. Jika ini bisa dimanfaatkan akan jadi sesuatu yang luar biasa.

Cerita orang lain yang disampaikan ke kita, tidak perlu ditulis dengan detail hingga mengarahkan kursor ke orang bersangkutan. Cukup garis besar kisahnya dan mengaburkan seluruh identitasnya. Seperti Pidi Baiq yang berhasil menulis Dilan 1990.

Ide tulisan dari pengalaman ini bisa datang dalam banyak versi. Salah satunya dengan rutin mengamati orang. Misal, kalian punya tetangga yang punya kebiasaan keluar masuk pagi dan malam tepat di jam yang sama. Atau tetiba bertemu seseorang di jalan dengan kebiasaan unik.

Pada saat mengamati orang-orang, cobalah untuk memberanikan diri bertanya banyak hal. Kenalan dan ajak dia berbicara sebagai orang asing. Tanyakan semua hal yang ingin kalian tahu. Misalnya, dia sukanya apa?, makannya apa? dan sebagainya.

Mendapat ide berdasarkan pengalaman ini sering kali jadi kunci jurnalis membuat karya. Mereka dengan penguasaan keingintahuan besar akan selalu mempertanyakan sesuatu. Satu hal yang tak boleh luput ketika mendapat ide dari pengalaman, yakni mencatatnya.

Saya sering kali sedang jongkok di toilet saat ide itu menyambar. Karena kurang persiapan, keluar dari tandas, ide itu jadi kandas pula. Jadi sebaiknya jika memang berniat untuk mencari ide tulisan, selalu siapkan alat tulis, minimal gadget.

Buat yang berniat jadi penulis kreatif, ninimal cerpen. Jangan pula menyepelekan berkumpul dengan sesama cerpenis. Pengalaman mereka akan sangat membantu menciptakan ide. Sama halnya dengan blogger, baiknya pun harus sering sharing pengalaman. Dengan begitu akan tercipta banyak ide.

3. Gaya Bebas

Sekali lagi, ide itu kadang datang begitu saja. Ada ribuan cara orang-orang untuk mencari ide. Seperti membaca komentar orang di blog yang bertanya soal A, itu bisa membawa kita untuk menjawabnya tapi dalam versi yang lebih lengkap. Sebuah tulisan.

Ada pula yang mengunjungi situs-situs tertentu secara acak, dan akhirnya bertemu satu cerita yang menarik. Cobalah bereksperimen dengan apapun. Misal Google. Coba ketikkan satu kata yang menurut kalian menarik, maka ada ribuan hingga jutaan ide tersaji dengan sempurna.

Pada suatu malam yang lampau. Saya dan seorang teman penulis sedang duduk menunggu hujan dengan gelas kopi yang sudah dingin. Di tengah riuh warung kopi itu, kami membangun ide cerita dari elemen yang dipilih secara acak.

Satu persatu kata kami tuliskan bergantian. Hingga akhirnya saling menantang dengan kata pilihan masing-masing. Saya terlebih dahulu mendapat giliran membuat sajak dengan lima kata berbeda untuk lima alinea.

Entah bagaimana caranya, ide itu muncul sendiri. Saya akhirnya benar-benar merampungkan permainan kata itu dalam sebuah karya. Meski hanya untuk disimpan sendiri. Beda halnya dengan Dee Lestari yang kemudian menjadikan permainan ini lebih bermakna. Ia melahirkan Filosofi Kopi hanya dari permainan kata.

Jadi ide itu bisa didapat dengan gaya yang lebih bebas lagi. Setiap orang punya metodenya sendiri. Tinggal bagaimana hal itu bisa bernilai positif. Ide buruk juga sering kali menyeruak. Itulah mengapa sangat penting menyalurkan ide ini dengan orang-orang yang tetap.

Kunci dari menciptakan ide adalah membaca. Kemudian mengeksekusinya dengan riset. Kadang-kadang kita pun perlu jeda untuk menyegarkan otak. Jangan terlalu membebaninya berlebih. Sama satu hal, terus belajar. Termasuk mempelajari segmen pembaca seperti apa yang nantinya menikmati tulisan kita.

Sumber : 
www.blogooblok.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.